Begini Kejamnya Pembunuhan Ade Sara

Jakarta, HanTer – Subdit jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan pasangan kekasih Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani (19) Ade Sara Angelina (19), di halaman parkir Mapolda Metro Jaya.

Rekonstruksi yang menghadirkan kedua tersangka Hafitd dan Syifa, dilakukan tahap demi tahap saat keduanya menjemput Ade Sara di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam rekonstruksi, terlihat Syifa menggandeng masuk Ade Sara ke mobil KIA Visto B 8328 JO yang disopiri Hafitd. Selanjutnya, keduanya menunjukkan bagaimana mereka menyiksa Ade Sara di mobil yang berjalan.

Dari rekonstruksi terlihat, Ade Sara dan Syifa duduk di kursi belakang mobil. Sementara, Hafitd duduk di bagian sopir. Lalu, Hafitd mengambil alat setrum di pintu depan bagian sopir dan membalikkan badannya untuk menyetrum Ade Sara. Dalam rekonstruksi ini, Ade Sara diperankan oleh anggota polisi pria dari Ditreskrimum Polda Metro.

Usai disetrum, tampak Ade Sara terjerembab hingga tubuhnya berada di pangkuan Syifa. Syifa yang menjalani rekonstruksi ini tampak tenang, dan sesekali berbicara kepada penyidik untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya. Selain dihadiri pengacara dan pihak kejaksaan, dalam rekonstruksi tampak orangtua Ade Sara, Elisabeth Diana Dewayani dan Suroto.

Kanit 5 Jatanras Kompol Antonius Agus Rahmanto mengatakan, awalnya rekonstruksi ini akan dilakukan dalam 30 adegan. Namun dalam pelaksanaannya, berkembang menjadi 50 adegan pemukulan. “Aksi penyiksaan kedua pelaku dimulai dari adegan 8 sampai 20. Sepanjang adegan tersebut terjadi penyetruman dan lain-lain. Bergantian oleh Syifa dan Hafitd,” jelas Antonius.

Soal alat setrum tersebut, dari pengakuan tersangka Hafitd alat setrum itu sudah dimiliki selama setahun. “Sudah sering dibawa ke mana-mana oleh tersangka H untuk jaga diri,” katanya. Soal penyumpalan, lanjut Antonius, agar korban tidak teriak. Kemudian korban ditelanjangi supaya korban tidak melarikan diri.(dm)