Jalan Tol Atas Laut

Jakarta, HanTer – Pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya yang menelan biaya sekitar Rp 140 triliun, diprediksi akan mematikan ribuan usaha kecil menengah (UKM) disepanjang jalur Pantai Utara (Pantura), dan jutaan rakyat akan menjadi pengangguran.

“Apabila jalan tol tersebut benar direalisasikan maka diperkirakan banyak warga sekitar yang dirugikan khususnya warga yang memiliki usaha warung disepanjang jalan Pantura. Jalan tol ini akan mematikan ribuan warung, dan banyak yang akan jadi pengangguran,” kata Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI), Fathur Rahman menjawab Harian Terbit di Jakarta, kemarin.

Namun, lanjutnya, pembangunan jalan tol merupakan untuk kepentingan seluruh masyarakat dan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dihubungi terpisah, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, dirinya pesimis proyek pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya bisa direalisasikan. Pasalnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan sebagai pencetus ide pembangunan jalan tol tersebut akan berakhir masa jabatannya dan berakhir pula proyek tersebut.

“Yang bangun Dahlan Iskan dan sebentar lagi juga selesai jadi Menteri BUMN. Kan kalau jalan tol Jawa kan sudah ada yang tender ada yang dikerjain ada yang sudah selesai. Kalau ada 2 jalan tol kan aneh, buang-buang dana,” katanya. Agus menuturkan, apabila ada hasil studi yang jelas tentang prospek pembangunan jalan tol tersebut, maka dirinya mendukung pembangunan tol tersebut dan segera direalisasikan. Jika tidak jelas sebaiknya dialihkan untuk pembangunan tol trans Sumatera

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menyatakan bahwa pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya dilakukan dua tahapan. Untuk membangun jalan tol tersebut dibutuhkan biaya sekitar Rp 140 triliun. Menurutnya, proyek jalan tol ini dikerjakan oleh konsorsiun BUMN yang diketuai PT Jasa Marga (Persero).

Untuk pembangunan tahap awal dimulai dari Semarang-Surabaya sepanjang 300 km yang sebagian dibangun di atas laut dengan biaya sekitar Rp 50 triliun. “Yang di atas laut studi tahap 1 sudah dipersentasikan dan visible karena  akan dikombinasikan kawasan industri,” kata Dahlan di Jakarta, Rabu (2/4).

Sedangkan tahap dua, lanjut Dahlan, dibangun antara Cirebon-Semarang sepanjang 200 km dengan investasi Rp 90 triliun. Menurut Dahkan, dana pembangunan yang mencapai Rp 140 triliun tidak menjadi masalah untuk merealisasikan proyek tersebut. Pasalnya, sumber pendanaan bakal sepenuhnya didukung oleh perbankan BUMN. “Studi berikutnya fokus  dari Cirebon-Semarang, tapi lihat studinya nanti bisa saja dilakukan lebih dulu, coba dikaji mendetail Cirebon-Semarang,” tutur Dahlan.