Awas, Parpol

Jakarta, HanTer – Akademisi dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof Dr Ramlan Surbakti, meminta partai politik (parpol) transparan dalam mengeluarkan data kampanyenya, termasuk juga data mengenai pemasukan partai.

Hal ini untuk mencegah digunakannya dana bantuan sosial (bansos) yang fiktif, yang akhirnya masuk ke parpol dengan berbagai macam cara dan modus. “Dana dari pihak ketiga harus dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena itu tidak masuk dalam laporan kampanye partai,” ujarnya.

Menurut Ramlan, parpol masih dibutuhkan untuk mencegah carut-marutnya dunia politik. Sebab, tugas utama parpol adalah melakukan pengkaderan, serta merumuskan alternatif kebijakan pada publik.

Sementara itu Ketua Litbang Partai Golkar, Indra J Pilliang mengakui, memang susah mengelola partai di Indonesia, apalagi itu menyangkut transparansi pendapatan dana partai. “Karena itu harus jelas, boleh atau tidak pendapatan partai itu berasal dari negara, apakah caleg yang maju juga dibiayai oleh negara atau tidak, toh ini sudah dilakukan di luar negeri,” kata Indra.

Jika tidak tegas, tambah Indra, maka partai dan caleg selamanya akan mengandalkan dana dari pihak ketiga, bahkan bisa jadi menilep dana bantuan sosial, yang cenderung naik menjelang Pemilu.(ba)