Kemendag: PPnBM Ponsel Masih Dikaji

Jakarta, HanTer – Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi menyatakan pihaknya masih terus mengkaji rencana masuknya produksi alat komunikasi seperti halnya Blackberry atau tablet yang rencana akan membuka pabriknya di Indonesia.

Bachrul menuturkan persoalan saat ini yang masih diperdebatkan oleh pihak Kemendag yakni mengenai Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang saat ini masih belum ada titik temu untuk menentukan be

Dirinya berpendapat bila masalah PPnBM pada suatu harga ponsel tersebut tidak menemui titik temu maka hal itu tidak mungkin nantinya akan berdampak negatif pada pemasukan negara dari penjualan ponsel di Indonesia.

“Jika dilihat dari sisi perdagangan kalau PPnBM tidak sesuai dengan harapan potensi penyelundupan tinggi dan angka pemasukan kita yangseharusnya didapat dari ponsel itu maka jadi berkurang,” tuturnya.

Meskipun begitu, Bachrul menegaskan pihaknya yang bekerjasama dengan Litbang Kemendag masih terus berupaya mencari solusi untuk jalan keluar besaran nilai yang akan ditentukan dari PPnBM ponsel itu.

“Kita bersama Litbang di Kemendag masih tetap mendiskusikan berapa besaran ketentuan harga yang akan kita tetapkan hal ini yang tadi kita sampaikan untuk dapat menekan serta meminimalisasirkan potensi penyelundupan. meskipun sama-sama kita tahu ponsel bagi masyarakat bukan barang mewah. Tapi sekali lagi kita tidak ingin kecolongan soal masalah PPnBM itu,” jelas Bachrul.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, menyarankan adanya pengenaan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk Gadget. Hal itu dilakukan untuk meredam importasi telpon genggam yang sudah masuk ke Indonesia.(Za)