Partai Sayap Kanan Prancis Larang Sekolah Sajikan Makanan Halal

Dianggap berlawanan dengan nilai sekuler Prancis, makanan halal dilarang disajikan di sekolah di 11 kota di Prancis. Peraturan ini dibuat oleh pemimpin sayap kanan dari partai National Front, Marine Le Pen, setelah memenangi pemilihan umum di 11 kota.

Republik Prancis memiliki tradisi sekuler ketat yang diberlakukan secara hukum. Namun, tuntutan terkait keyakinan meningkat beberapa tahun terakhir. Terutama dari lima juta muslim Prancis, minoritas muslim terbesar di Eropa.

"Kami tak akan menerima permintaan terkait agama di menu sekolah. Tak ada alasan agama masuk ke ranah publik. Ini peraturannya," tegas Le Pen kepada radio RTL, seperti diberitakan Reuters (06/04/2014).

National Front yang antiimigran terus memprotes meningkatnya pengaruh Islam di kehidupan publik Prancis.

Kontroversi terkait sekolah yang mengganti menu daging babi menjadi daging sapi atau daging ayam untuk siswa muslim sering terjadi di Prancis. Beberapa walikota baru dari National Front mengeluhkan terlalu banyak toko halal di kota mereka.

National Front memenangkan suara dari 11 kota dan sebuah distrik besar di Marseille pada pemilihan walikota, Minggu (06/04/2014). Kemenangan ini dua kali lipat lebih besar daripada saat pemilu tahun 1990-an.

National Front berhasil menempatkan diri sebagai kekuatan politik terbesar ketiga setelah partai sosialis yang berkuasa dan partai konservatif mainstream. Le Pen memprediksi partainya akan mendapat suara kuat di pemilihan Parlemen Eropa Mei mendatang.

(odi/fit)