Kabupaten Malang Promosikan 13 Desa Wisata

Malang -- Kabupaten Malang gencar mengembangkan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat. Pengembangan ini digencarkan sejak 2008 dan telah menetapkan sebelas desa wisata. Saat ini, Desa Purwodadi di Kecamatan Tirtoyudo dan Desa Pujon Kidul di Kecamatan Pujon sedang dalam proses pengembangan menjadi desa wisata.

"Target kami, dalam tahun ini sudah ada 13 desa wisata. Setahu kami, jumlah desa wisata ini yang terbanyak di Jawa Timur," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, Selasa, 22 April 2014.

Menurut Made, dua calon desa wisata itu berbeda karakter. Desa Purwodadi mengandalkan kawasan wisata Pantai Lenggoksono yang mencakup terumbu karang dan air terjun, serta Gua Wedi Awu dan Pantai Bolubolu. Perairan Pantai Lenggoksono juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan wisata olahraga selancar air.

Pengembangan dan promosi Pantai Lenggoksono intensif dilakukan oleh warga setempat yang berhimpun dalam komunitas Bowele (Bolubolu, Wedi Awu, dan Lenggoksono). Warga pula yang menjadi pemandu wisata.

Pengembangan wisata di Desa Pujon Kidul difokuskan pada kegiatan petualangan di alam terbuka dengan mengandalkan obyek wisata Coban Pitu, serta wisata pertanian dan peternakan. Pujon merupakan salah satu sentra penghasil sayuran, buah-buahan, serta susu segar. Kegiatan wisata di Desa Pujon Kidul melibatkan komunitas Capung Alas, yang beranggotakan para remaja dan pemuda desa setempat.

Adapun sebelas desa wisata lainya tersebar di sembilan kecamatan, yakni Desa Bayem di Kecamatan Kasembon; Desa Mulyorejo di Kecamatan Ngantang; Desa Sumberngepoh di Kecamatan Lawang; Desa Jeru di Kecamatan Tumpang; Desa Mentaraman di Kecamatan Donomulyo; Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari; Desa Bendosari di Kecamatan Pujon; serta Desa Ngadas, Gubugklakah, dan Poncokusumo di Kecamatan Poncokusumo.

Pengembangan desa wisata disertai dengan perbanyakan rumah tinggal yang mengadopsi desain bangunan khas Malangan. Dicanangkan sejak 2008, ditargetkan hingga akhir 2014 terbangun 50 rumah tinggal. Saat ini, kebanyakan rumah tinggal berada di Pujon, Poncokusumo, Tumpang, dan Wonosari.

Desa Bendosari menjadi salah satu desa pertama yang memelopori kegiatan ekowisata. Dimulai sejak 2008, Khoirun bersama beberapa warga semula hanya ingin melakukan kegiatan konservasi untuk menyelamatkan sumber air. Namun sejumlah warga menyarankan agar kegiatan penyelamatan sumber air dikembangkan menjadi kegiatan wisata alam. "Biar warga Bendosari dapat penghasilan tambahan," kata Khoirun kepada Tempo, Rabu, 23 April 2014.

Menurut Khoirun, kegiatan ekowisata itu berbuah dengan bertambahnya jumlah sumber air. Saat ini terdapat 54-60 sumber air besar-kecil. Tapi Sumber Songo yang paling diandalkan Bendosari. Khoirun mengklaim, air dari Sumber Songo bisa langsung diminum. Air di sana, kata Khoirun, sudah pernah diuji di laboratorium Perum Jasa Tirta I.

ABDI PURMONO