Ibu yang Bekerja Ternyata Lebih Bahagia

Para ibu yang bekerja di luar rumah ternyata lebih berbahagia ketimbang yang menjadi ibu rumah tangga. Ini kesimpulan survei yang dilakukan dengan mewawancarai 900 responden oleh situs parenting, Mumsnet. Dari survei yang dilansir 13 April 2014, hanya sekitar 13 persen ibu yang bekerja yang merasa bersalah karena menghabiskan waktu di luar rumah.

Survei ini dilakukan seminggu setelah komentar tajam Mary Bousted, Sekjen Association of Teachers and Lecturers Inggris. Bousted khawatir negaranya dalam bahaya karena membuat anak-anak terinstitusionalisasi dengan meningkatnya jumlah balita yang dititipkan di childcare dan usianya semakin muda.

Survei Mumsnet menemukan bahwa 48 persen para ibu mengatakan kalau bekerja dan mendapat gaji membuat mereka lebih bahagia. Sepertiga dari ibu yang tinggal di rumah mengaku bahwa mereka lebih suka bekerja di luar rumah dan 52 persen lainnya mengatakan bahwa tinggal di rumah lebih sulit dibandingkan dengan bekerja ke luar rumah.

Menurut Justine Roberts, petinggi Mumsnet, kita sering berpikir kalau para ibu bekerja adalah pihak yang dilecehkan dan punya waktu yang minim, tergesa-gesa mengantarkan anak ke sekolah, lalu ke tempat kerja tanpa ada jeda. Kenyataannya justru lebih kompleks dari itu. Sebagian dari mereka ingin bekerja atau bekerja dalam waktu yang lebih panjang.

Mngkin kita kehilangan semua waktu setelah bekerja atau istirahat makan siang dan terburu-buru harus menjemput anak di sekolah. Namun, banyak orang tua menemukan bahwa berjauhan dari anak membuat mereka mempunyai energi untuk lebih fokus pada anak-anaknya saat punya waktu bersama  "Jadi, mungkin kita harus menghalau klise mengenai rasa bersalah akibat para ibu bekerja," kata Roberts.

TELEGRAPH I ARBA IYAH SATRIANI