Harta Kekayaan Menteri-Menteri Jokowi

Berdasarkan Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), sejumlah menteri di Kabinet Kerja Jokowi telah melaporkan harta kekayaannya.

1. CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Arief Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata berdasarkan data LHKPN per 17 Agustus 2010, memiliki kekayaannya sebesar Rp 24.780.289.672. Rinciannya harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 10.137.268.700. Harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp 505 juta, peternakan senilai Rp 707 juta, dan logam mulia senilai Rp 292.220.000.

Arief juga tercatat memiliki kekayaan berupa surat berharga senilai Rp 12.688.361.865 serta harta dari giro dan setara kas lainnya sejumlah Rp 1.926.501.985. Jumlah piutang Arief dalam bentuk pinjaman uang dilaporkan sebesar Rp 986 juta dan memiliki utang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 2.462.062.878.


2. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memiliki kekayaan berdasarkan LHKPN per 30 April 2013 mencapai lebih Rp34,16 miliar dan 28.125 dolar AS. Harta tersebut terdiri dari harta tidak bergerak senilai Rp16,72 miliar dan harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp1,08 miliar.

Kemudian harta lain berbentuk surat berharga sejumlah Rp2,56 miliar ditambah giro dan setara kas lainnya sejumlah Rp13,78 miliar dan 28.125 dolar AS.


3. Menteri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly memiliki kekayaan mencapai Rp6,6 miliar. Harta itu tercatat di LHKPN per tanggal 1 Oktober 2009.

Harta Yasonna antara lain meliputi harta tidak bergerak senilai Rp2,29 miliar dan harta bergerak senilai Rp625,3 juta serta harta berupa logam mulia dan batu mulia senilai Rp158 juta

Yasonna pun tercatat memiliki surat berharga senilai Rp270 juta, giro setara kas lainnya sejumlah Rp2,915 miliar, serta piutang Rp350 juta.

Jumlah harta Yasonna bertambah Rp4,2 miliar dari pelaporan sebelumnya pada 22 September 2003, saat menjadi anggota Dewan Perwaklian Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara.


4. Ignasius Jonan Menteri Perhubungan memiliki kekayaan pada 5 April 2012 sebesar Rp 23,5 miliar dan USD 5.101. Harta bergerak senilai Rp 14 miliar dan harta bergerak senilai Rp 888 juta.

Eks Dirut PT KAI itu tercatat juga memiliki Giro setara kas Rp 6,4 miliar dan USD 5.101. Jonan juga memiliki piutang senilai Rp 1,9 miliar.
 

5. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Berdasarkan laporan harta kekayaannya pada 15 Mei 2001 Tjahjo memiliki total harta senilai Rp 511,5 juta. Dia memiliki aset tak bergerak senilai Rp 87 juta. Alat transportasi senilai Rp 267 juta. Selain itu, Tjahjo juga memiliki logam mulia senilai Rp 15 juta. Surat berharga dan Giro setara kas yang dipunyai senilai Rp 141,5 juta.
 

6. Rini M Soemarno sebagai Menteri BUMN terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 8 Desember 2004. Saat itu Rini memiliki harta senilai Rp 48 miliar. Namun, dia juga memiliki hutang dengan nilai fantastis yaitu USD 1,54 miliar dan Rp 66 miliar.

Rini memiliki aset tak bergerak senilai Rp 28,5 miliar dan aset bergerak senilai Rp 3,3 miliar. Harta bergerak lain yang dimiliki senilai Rp 1 miliar dan USD 214 ribu. Surat berharga yang dimiliki senilai Rp 75 miliar.
 

7. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi terakhir melapor pada 19 Desember 2003. Harta Yuddy pada saat itu senilai Rp 2,5 miliar dan USD 29.400. Aset tak bergerak senilai Rp 787 juta. Alat transportasi senilai Rp 390 juta. Harta bergerak lain berupa logam mulia dan barang seni senilai Rp 178 juta.

Politisi Hanura itu tercatat memiliki surat berharga senilai Rp 5 juta. Giro setara kas yang dimili Rp 1 miliar dan USD 28.500. Selain itu Yuddy juga memiliki piutang sebesar Rp 95 juta dan USD 900.
 

8. Sofyan Djalil Menko Perekonomian, berdasarkan laporan kekayaannya pada 10 Juni 2004, total harta yang dimiliki senilai Rp 5,2 miliar dan USD 91. 670. Harta tersebut terdiri atas aset tak bergerak senilai Rp 500 juta dan alat transportasi senilai Rp 365 juta. Selain itu, harta bergerak lain berupa logam mulia dan benda seni senilai Rp 32 juta. Surat berharga senilai Rp 2,7 miliar.

Editor: gatot